
Pada hari Senin, 26 Agustus 2024, SMPN 1 Ringinrejo kembali mengadakan kegiatan Komunitas Belajar Guru yang diikuti oleh seluruh tenaga pendidik di sekolah ini. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sekolah untuk terus meningkatkan kompetensi guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif dan kondusif.
Acara dimulai dengan sambutan dari Kepala Sekolah, Ibu Ririn Kasiani, S.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya membangun budaya positif di sekolah sebagai fondasi untuk mendukung keberhasilan proses belajar mengajar. Ibu Ririn juga mengapresiasi antusiasme para guru yang terus bersemangat mengikuti kegiatan pengembangan profesional seperti ini.
Materi utama dalam kegiatan kali ini adalah "Budaya Positif," yang disampaikan oleh Bapak Rusidi Prio Utomo, M.Pd. Dalam penyampaiannya, Bapak Rusidi menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi siswa agar mereka dapat belajar dengan lebih baik. Beliau juga memberikan berbagai strategi praktis yang dapat diterapkan oleh guru dalam membangun budaya positif di kelas, seperti memberikan penghargaan atas perilaku baik, mengembangkan komunikasi yang efektif, dan menciptakan suasana saling menghargai antara guru dan siswa.
Para guru yang hadir tampak sangat antusias mengikuti sesi ini. Mereka berdiskusi secara aktif dan berbagi pengalaman serta tantangan yang mereka hadapi dalam menciptakan budaya positif di kelas. Bapak Rusidi dengan penuh kesabaran menjawab berbagai pertanyaan dan memberikan solusi yang aplikatif.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan para guru di SMPN 1 Ringinrejo dapat terus meningkatkan kompetensinya dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif, sehingga mampu mendukung tercapainya tujuan pendidikan yang lebih baik.
Kegiatan Komunitas Belajar Guru ini menjadi salah satu bukti nyata komitmen SMPN 1 Ringinrejo dalam mewujudkan sekolah yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga dalam pembentukan karakter siswa yang baik.

Ice breaking

Berdiskusi

Praktik segitiga restitusi


Ibu Kepala Sekolah menanggapi terkait praktik segi tiga restitusi